Bolos Ngantor Berfaedah: Glodok Edition.
Lucu, deh. Hari ini, ketika aku nulis ini, aku enggak berencana jalan-jalan gitu. Rencanaku hari ini bahkan lebih "berat" gitu, ke Bank buat ajuin restruktur kredit. Dari rumah, aku berangkat jam 7 pagi. Takutnya bank-nya rame dan antriannya lama. Bener aja, aku kejebak macet di Tanjung Barat gara-gara ada pruning pohon. Aku sampai bank di daerah Harmoni jam 9.45! Ah, Depok-Harmoni, jauhnyoooo. Untung aja, saat itu aku antrian ke dua. Cuma tunggu sekitar 15 menit aku dilayani dengan ramah.
Setelah berbincang dengan analis sekitar 30 menit, urusan bank ku selesai! Ku lihat jam. Eh, masih jam 10 lewat nih. Bertanya-tanyalah aku, "apakah aku harus balik ke kantor sesegera mungkin?"
"Sepertinya tidak! Aku kan izin masuk setelah makan siang, which is jam 1. Masih ada waktu sekitar 3 jam." Si Bandel dalam diriku berkata.
"Deket sini tuh ada Katedral. Ayo mampir dulu buat berdoa di Goa Maria! Udah lama enggak kan?" Si Religius diriku menimpali.
"OKE!" Seketika otak dan tanganku berkoordinasi pesan Ojol menuju Katedral.
Yah, durasi berdoa itu kan tergantung masing-masing orang, kala itu, 30 menit cukup untukku melepas rindu dengan Bunda Maria di Goa Maria Katedral. Selepas itu, Si Laper dalam diriku berkata: "Little Salt Bread, yuk!" Hahahaha.
Pas cek jarak, daripada ke Blok M, mending ke Glodok. Lebih deket dan tarif Ojolnya cuma 13K Rupiah. Ya udah, gaskeun!
HOREEEEE!!! Sampailah saya di Glodok. Yuk kita foto dulu!
Turun Ojol, aku langsung meluncur ke Little Salt Bread! Udah pengen ini dari Bulan Desember lalu, tapi baru kesampean Januari, nih. Hehehehe. Sumpah, sih, aku excited banget buat nyobain Roti Viral ini. Aku pesan Salt Bread Plain, Garlic, dan Sugar. Total harga Rp 55K. Aku baru makan yang Plain. Rasanya enak, kok. Asinnya dapet dari butternya gitu. Aroma butternya juga cukup. Teksturnya luarnya garing, tapiiiiiii dalemnya kopong! Sumpah, kopong (kosong). Kayak makan Tahu Sumedang gitu sensasinya. Hahahaha. Tapi enak, sumpah. Aku mau beli lagi sih kapan-kapan.
Selesai makan Salt Bread langsung di tokonya, aku meluncur ke Kopi Es Tak Kie. Pertama tau warung kopi ini, ya, dari Rio Dewanto di Film Filosofi Kopi. Ikutin aja GMaps, nanti kita akan dibawa ke Gang Gloria yang di sepanjang jalan banyak yang jualan Nasi Campur Babi. Kedai kopi ini gak ada plangnya dari luar, ketutupan sama penjual nasi campur, jadi harus rajin tengok-tengok ya.
Di Kopi Es Tak Kie, aku pesen es kopi susu aja 1 gelas. Ya, cukup mengobati penasaranku sih. Kopi hitam dengan SKM. Sensasi kopi jadoel gitu, kan?! Segelasnya Rp 25K.
Okelah. So happy right now! Finally tried the iconic Kopi Es Tak Kie right at their legendary shop. It honestly feels like I'm in a movie scene. Hahaha.
Udah mendekati jam makan siang, nih! Gak boleh telat makan, dan mumpung di Glodok, mari kita eksplorasi makanan hype di sini. Google Search adalah jalan ninjaku. Aku ketik: "Kuliner Legendaris Glodok"
Muncullah: Laksatiam
Laksatiam terletak di dalam semacam foodcourt Petak 6 gitu. Aku pesan Laksa Bihun Ayam. Maklum, gak bisa makan seafood, ada asam urat. Hahahaha.
Eh, pesenanku dateng setelah nunggu 5 menit. Rasanya ENAAAAKKKKKKK BGT. Sebagai orang yang mungkin baru pertama makan laksa, Laksatiam ini gurih, kuahnya lembut, ayamnya cukup banyak. Dengan harga Rp 48K per porsi, aku puas sih. Kenyang banget btw setelah berburu kuliner singkat di Glodok.
Yah, waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang, awan pun semakin mendung, rasanya saya harus segera melakukan perjalanan ke kantor. Back to reality.
It was such a fun, last-minute trip. Even though I had to take a half-day off, it was worth it. Looking back at why this started—the credit restructuring—I truly believe in God’s plan. I’ve done my best, and I'm letting the Universe handle the rest. Prayers up for a positive outcome. 🙏✨
Yeremia Tera
Setelah berbincang dengan analis sekitar 30 menit, urusan bank ku selesai! Ku lihat jam. Eh, masih jam 10 lewat nih. Bertanya-tanyalah aku, "apakah aku harus balik ke kantor sesegera mungkin?"
"Sepertinya tidak! Aku kan izin masuk setelah makan siang, which is jam 1. Masih ada waktu sekitar 3 jam." Si Bandel dalam diriku berkata.
"Deket sini tuh ada Katedral. Ayo mampir dulu buat berdoa di Goa Maria! Udah lama enggak kan?" Si Religius diriku menimpali.
"OKE!" Seketika otak dan tanganku berkoordinasi pesan Ojol menuju Katedral.
Yah, durasi berdoa itu kan tergantung masing-masing orang, kala itu, 30 menit cukup untukku melepas rindu dengan Bunda Maria di Goa Maria Katedral. Selepas itu, Si Laper dalam diriku berkata: "Little Salt Bread, yuk!" Hahahaha.
Pas cek jarak, daripada ke Blok M, mending ke Glodok. Lebih deket dan tarif Ojolnya cuma 13K Rupiah. Ya udah, gaskeun!
HOREEEEE!!! Sampailah saya di Glodok. Yuk kita foto dulu!
Turun Ojol, aku langsung meluncur ke Little Salt Bread! Udah pengen ini dari Bulan Desember lalu, tapi baru kesampean Januari, nih. Hehehehe. Sumpah, sih, aku excited banget buat nyobain Roti Viral ini. Aku pesan Salt Bread Plain, Garlic, dan Sugar. Total harga Rp 55K. Aku baru makan yang Plain. Rasanya enak, kok. Asinnya dapet dari butternya gitu. Aroma butternya juga cukup. Teksturnya luarnya garing, tapiiiiiii dalemnya kopong! Sumpah, kopong (kosong). Kayak makan Tahu Sumedang gitu sensasinya. Hahahaha. Tapi enak, sumpah. Aku mau beli lagi sih kapan-kapan.
Selesai makan Salt Bread langsung di tokonya, aku meluncur ke Kopi Es Tak Kie. Pertama tau warung kopi ini, ya, dari Rio Dewanto di Film Filosofi Kopi. Ikutin aja GMaps, nanti kita akan dibawa ke Gang Gloria yang di sepanjang jalan banyak yang jualan Nasi Campur Babi. Kedai kopi ini gak ada plangnya dari luar, ketutupan sama penjual nasi campur, jadi harus rajin tengok-tengok ya.
Di Kopi Es Tak Kie, aku pesen es kopi susu aja 1 gelas. Ya, cukup mengobati penasaranku sih. Kopi hitam dengan SKM. Sensasi kopi jadoel gitu, kan?! Segelasnya Rp 25K.
Okelah. So happy right now! Finally tried the iconic Kopi Es Tak Kie right at their legendary shop. It honestly feels like I'm in a movie scene. Hahaha.
Udah mendekati jam makan siang, nih! Gak boleh telat makan, dan mumpung di Glodok, mari kita eksplorasi makanan hype di sini. Google Search adalah jalan ninjaku. Aku ketik: "Kuliner Legendaris Glodok"
Muncullah: Laksatiam
Laksatiam terletak di dalam semacam foodcourt Petak 6 gitu. Aku pesan Laksa Bihun Ayam. Maklum, gak bisa makan seafood, ada asam urat. Hahahaha.
Eh, pesenanku dateng setelah nunggu 5 menit. Rasanya ENAAAAKKKKKKK BGT. Sebagai orang yang mungkin baru pertama makan laksa, Laksatiam ini gurih, kuahnya lembut, ayamnya cukup banyak. Dengan harga Rp 48K per porsi, aku puas sih. Kenyang banget btw setelah berburu kuliner singkat di Glodok.
Yah, waktu sudah menunjukkan pukul 12 siang, awan pun semakin mendung, rasanya saya harus segera melakukan perjalanan ke kantor. Back to reality.
It was such a fun, last-minute trip. Even though I had to take a half-day off, it was worth it. Looking back at why this started—the credit restructuring—I truly believe in God’s plan. I’ve done my best, and I'm letting the Universe handle the rest. Prayers up for a positive outcome. 🙏✨
Yeremia Tera




Comments
Post a Comment